Lampu Flip-Flop

26 Feb

Udah pada tau kan yg dimaksud lampu flip-flop ? itu lho lampu sein motor yg yang nyalanya gantian kedap kedip kiri kanan…bukan lampu hazard lho ya…

Kemaren sore magrib2 pulang kantor dengan kondisi hujan….di suatu jalan aku disusul lumayan kenceng oleh anak muda naik Mio retro style dan si pengendara pake lampu flip flop itu. Saat itu aku berjalan santai (40 km/j) karena kondisi hujan dan aspal basah.

Mungkin niat dia baik supaya lebih visible/bisa diliat orang, dimana waktu magrib kan peralihan dari terang ke gelap sehingga mata dalam proses adaptasi sehingga daya pandang menurun, ditambah hujan.

Tapi…kendaraan yng menggunakan lampu flip flop justru akan membingungkan pengguna jalan lain. Kok bisa ? ya eyaa laaahhh…dia mau belok, mau pindah lajur nggak bisa kasih tanda ke pengendara lain karena lampu seinnya kedap kedip.. udah gitu cukup menyilaukan sehingga mengganggu pengguna jalan lain.

What the hell was he thinking ?? apa biar gagah? tampil beda? ppffttt…Pengin aku susul tu bocah utk dikasih tau tapi….gendeng…kenceng juga tu anak larinya..sampai suatu saat di Yield Intersecsion dia hampir ketabrak mobil..Ya..si pengendara mobil gagal utk mengantisipasi arah pendera motor tersebut karena tdk ada lampu sinyal utk belok…

Ya sudah..akirnya..tetep dengan jalan nyantai kebiarkan tu bocah..dengan harapan dia sampe tujuan dengan selamat.

Sering saya amati penggunaan lampu hazard dan flip flop yg salah kaprah. Pada saat hujan deras banyak mobil menggunakan lampu hazard, padahal ini kesalahan besar karena membuat pengguna jalan lain td bisa mengetahui ke arah mana mobil tersebut belok/pindah lajur..tau2 belok aja pfftt..

Konvoi motor saat turing pake lampu flip-flop..ini lebih empet lagi ngliatnya…maksudnya apa ? wong hak pemakai jalan kan sama. Ok lah mereka pake hand signal utk menunjukkan arah…tapi..apakah pengguna jalan lain paham akan hand signal ini ? sama halnya dengan penggunaan lampu hazard yg salah kaprah tadi, membuat pengguna jalan lain tdk bisa mengantisipasi perubahan arah pengendara motor tersebut…

Penggunaan lampu hazard hanya digunakan utk saat darurat dan pada saat KENDARAAN BERHENTI, seperti saat trouble mesin di pinggir jalan, berhenti di pinggir jalan yg ramai atau pas ada kecelakaan. Flip Flop ? harusnya tdk digunakan saat group riding, apalagi tujuannya utk meminta jalan. Salah!. Hak pemakai jalan de ngan pengendara dalam group riding itu sama, hanya ambulance, pemadam kebakaran, iring2ngan pejabat negara atau rombongan takziah menuju ke peristirahatan terakir yg diperkenankan mendapat prioritas…menurut peraturan siy gitu, CMIIW.

Fhyuuuhh….apa cuman saya yg berpikiran seperti ini ?…

15 Responses to “Lampu Flip-Flop”

  1. areyou 27 February 2009 at 2:28 am #

    tapi kalo flip-flop nya bisa mati otomatis bila lampu sign idup gimana?dan idup lagi bila lampu sign dimatikan?apakah masih merugikan?
    kalo gw seh ujan deres bgt paasti idupin hazzard, tapi hazzard gw otomatis mati kalo lampu sign diidupin,

    • bimoadv 27 February 2009 at 3:31 am #

      CMIIW, setahu saya penggunaan lampu hazard saat hujan memang dilarang. Berikut kutipan yang saya dapat dari seorang rekan :

      Saat mengemudi pada cuaca hujan apalagi kian deras di jalanan tol siapapun bakal merasa terganggu dengan nyala lampu hazard
      (ke-empat sen berkedip-kedip) mobil lain yang bergerak. Anehnya
      banyak pemilik mobil/motor yang bagai prosedur baku, segera menyalakan hazard kala hujan. Padahal, sebetulnya dia juga bakal terganggu oleh kedipan lampu berwarna oranye itu.Sekarang, kebiasaan ini semakin menjadi di hampir seluruh ruas jalan di Tanah Air.

      Walaupun amat mengganggu, ternyata kian banyak pengemudi yang
      mengaktifkan hazard kala mobil melaju. Di bawah guyuran hujan
      dengan jalanan licin, Jelas kegiatan itu amat membahayakan. Perilaku ini adalah salah besar.

      Di Dunia internasional, menurut mantan pembalap nasional Aswin Bahar, menyalakan hazard kala mobil bergerak, apalagi ketika hujan, adalah PELANGGARAN BERAT ATAS ATURAN LALU LINTAS DARAT. “Kalau di negara lain pasti telah ditindak oleh petugas,” urai Aswin. Karena itu, pemegang sejumlah sertifikat sekolah mengemudi dari beberapa negara Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang ini menyatakan, budaya menghidupkan hazard kala hujan harus segera dihentikan.

      “Petugas tol, polisi, dan mungkin wartawan harus menyosialisasikan
      bahwa hazard hanya boleh dinyalakan kalau mobil berhenti.

      Bisa karena rusak atau berhenti akibat keadaan darurat,” pintanya. Namun, bagaimana dengan semangat ingin memberitahukan adanya mobil dengan menyalakan hazard itu kala hujan deras dan banyak kendaraan sedang sama-sama melaju dijalanan?
      Menurut Aswin Bahar, maksud baik itu cukup dengan menyalakan lampu. Berikut rekomendasinya atas penggunaan lampu kala berkendara pada cuaca hujan. Gunakan hazard hanya bila darurat Lampu hazard, nyala berkedip pada keempat sen, merupakan tanda darurat bagi sebuah mobil. Maka, hazard hanya boleh diaktifkan bila mobil mengalami kondisi kedaruratan.
      Bisa akibat mogok atau harus berhenti karena sesuatu alasan. Pendeknya, hazard hanya diperuntukan memberi tanda peringatan bagi kendaraan lain dan hanya boleh dinyalakan kala mobil berhenti dipingir jalan.

      Gunakan lampu kecil bila hujan dengan semangat ingin memberi ‘tanda’
      bahwa mobil sama-sama melaju di tengah hujan, cukup dengan menyalakan lampu utama kendaraan bersangkutan. Kalau kian deras dan cuaca amat gelap, nyalakan lampu kabut. Di sini perlunya memasang lampu kabut pada setiap mobil yang berpotensi sering melalui cuaca hujan dan gelap. Lampu belakang berwarna merah, merupakan pilihan tepat bagi upaya memberitahukan posisi mobil. Pilihan warna ini telah melalui serangkaian riset pabrikan otomotif selama bertahun-tahun. Artinya, hanya warna itu yang dianggap aman dan bisa menembus gelombang cuaca hujan hingga kabut. Nyala lampu belakang itu telah cukup menerangi sekitar mobil. Maka untuk memberitahukan posisi mobil saat cuaca hujan atau kabut sekalipun, tak harus dengan menyalakan hazard.

      Selalu pakai sen bila berpindah jalur Penggunaan lampu sen wajib bagi
      pengemudi yang hendak berbelok dan berpindah jalur.
      Bagi penguna jalan tol, kegiatan ini mutlak amat penting. Apalagi bila hujan sedang bertandang amat deras, penggunaan sen (sign) amat membantu pengemudi lain untuk waspada.

      Bayangkan, bila Anda menyalakan hazard. Selain akan amat mengganggu pengemudi lain, sen-pun tak akan berfungsi.
      ————————————————————————–
      Artikel diatas ini disumbangkan oleh rekan Amstrong Mia dari product
      Planning Nissan Motor Indonesia, semoga dapat menambah wawasan
      teman2 akan bahayanya pasang lampu hazzard di kala hujan. ternyata
      kesalahan umum jadi kebenaran public ya..

  2. areyou 27 February 2009 at 4:22 am #

    nah disitu di jelaskan ===>Bayangkan, bila Anda menyalakan hazard. Selain akan amat mengganggu pengemudi lain, sen-pun tak akan berfungsi.
    tapi kalo kondisi nya ga seperti itu gimana?
    hazzard idup dan sen tetep idup bila diperlukan untuk berpindah jalur,

    • bimoadv 27 February 2009 at 4:27 am #

      ya silakan aja siy, saya mah cuma berpatokan peraturan diatas bahwa menyalakan hazard saat kendaraan bergerak, apalagi saat hujan itu dilarang.
      Cuman ya dari tadi browsing utk cari undang2/dasar hukumnya kok blm ketemu…

      saya sendiri g pernah nyalain hazard saat hujan2…

    • Bayu 5 March 2009 at 9:19 am #

      maksudnya kondisi dimana kira2 gak nganggu orang lain gitu…?
      nah taunya gak ngeganggu gimana?
      kalo nabrak baru ketauan kali yah kalo ngeganggu..

      huehehehe……

  3. areyou 27 February 2009 at 5:11 am #

    saya juga kalo ga deres2 bgt juga ga idupin, contohnya waktu saya di puncak kondisi ujan deres disertai kabut tebal dan jarak pandang cuma sekitar 5 mtr saja, saya idupin hazzard dgn tujuan agar memberikan sinyal lebih ke kendaraan belakang ataupun depan selain headlamp dan tail lamp, lha saya saja kaget waktu itu, tiba2 saja didepan saya ada bis searah denggan saya, padahal tail lamp nya dia hidup, dan bener2 ga keliatan padahal hanya jarak beberapa meter saja

    • Bayu 5 March 2009 at 9:19 am #

      makanya ke puncak tuh ngajak2….
      gak mau ke ganggu yah…. biar bisa berduaan…??

  4. jajak ganteng 27 February 2009 at 5:40 am #

    aku ra nduwe lampu flip-flop. Selain ketoke pemula tur elek tenan. Pengen siy masang lampu hazard, tapi ra nduwe duit. Entek tak nggo tuku spul…

  5. bimoadv 27 February 2009 at 5:43 am #

    bwahahahahahahahahahhaha..kasuss…

  6. areyou 27 February 2009 at 6:15 am #

    beli sepul e 360 ribu ya mas jajak?55ribu nya bisa ngisi full tank lho mas, jikakakakakakakakakakakakak……..

  7. ztyo 27 February 2009 at 9:28 pm #

    Lha wong dijalanan banyak juga motor yang lampu seinnya ndak fungsi koq mas. Masih mending kayak mas aryo kalo gitu…

    Tuku lampu flipflop nang toko elektronika wae mas jajak, murah meriah tapi ura kitok nek dipasang nang motor wekekekekekkek…. :D

  8. babynda 1 March 2009 at 8:23 pm #

    wah.. kalo diliat bahayanya lebih whaahhh yah…dewh ati-ati…

  9. Yogi (KOMPAC) 3 March 2009 at 12:34 pm #

    Alhamdulilahe aku gag pake.. masalahe jg dpt ngurangi usia bolep sein + eman2 aki…. wakakakakakak

    Nice inpo pak!!! Salut……………..

  10. Setyo 24 November 2009 at 10:45 am #

    aku pakek flip flop tapi gag jadi satu ma sein… moga aja gag bingungin. lagian cuman pake led 1 biji warna biru.

  11. targha 20 June 2010 at 2:01 pm #

    nah kalo lampu flip-flop digunain pada saat yg gimana om….???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.