Archive | February, 2009

Jas Hujan Batman

26 Feb

Mumpung musim hujan nih….

Setiap pulang kantor saya lebih sering kehujanan, dijalan aku sering memperhatikan banyak pengendara yg menggunakan jas hujan model batman atau ponco yang berkibar2 kayak bendera.

Photo courtesy http://safetyfirst.blogdrive.com/archive/

Photo courtesy http://safetyfirst.blogdrive.com/archive/

Sudah banyak postingan2 di blog maupun forum yg mengulas potensi bahaya yg ditimbulkan oleh jan hujan model ini. Saya sendiri menggunakan model 2 pieces.

Diambil dari kisah nyata..

Kejadian ini dialami oleh staff kantor adik ipar saya. Dia gemar sekali menggunakan jas hujan batman ini, entah karena faktor ekonomis atau praktis. Suatu ketika Mas X-sebut saja begitu- mampir ke rumah utk mengambil titipan. Ngobrol punya ngobrol dengan istri saya ternyata Mas X sudah dua kali jatuh dari motor (kecelakaan tunggal) yg disebabkan ujung jas batmannya masuk ke gear belakang motornya. Spontan istri saya menasehatinya untuk tidak mengunakan jas hujan model itu dan beralih ke yang model 2 pieces, si Mas X malah cengar cengir aja….mungkin dia bangga kali sudah 2 kali survive jatuh dari motor karena jas hujan batmannya itu…yasutlah…

Waktu pun berlalu..

Setelah beberapa hari orang tua istri (mertua) memberi kabar bahwa Mas X mengalami kecelakaan. Kondisinya adalah patah tulang di bahu kiri dan tulang lengan sebelah atas. Ya, patah tulang di dua tempat. Beliau menceritakan bahwa Mas X jatuh karena jas hujan batmannya masuk ke gear belakang dan menariknya kebawah saat kecepatan yg lumayan tinggi. Sekarang Mas X dirawat di rumah sakit utk operasi kedua tulangnya yang patah.

Hikmah yang bisa diambil

Coba anda bayangkan, biaya untuk membeli jas hujan 2 pieces maximal Rp. 150.000 utk yg kualitas lumayan. Bisa anda bayangkan biaya operasi dan perawatan utk treatment 2 patah tulang? biaya perbaikan motor, kerugian berapa hari Mas X tidak bisa bekerja karena dirawat di rumah sakit ? fisioterapi pasca operasi ?  Saya yakin lebih dari Rp. 150.000. Masih mending kalo punya polis asuransi kecelakaan, hanya rugi waktu karena tidak bekerja (termasuk waktu recovery, fisioterapi mungkin)…nah kalo nggak punya polis asuransi ? Anda bisa bayangkan sendiri.

Banyak orang berdalih dengan alasan ekonomis dan kepraktisan mereka enggan mengenakan jas hujan 2 pieces, mungkin mereka belum sadar akan potensi bahaya dan kerugian seperti apa yang saya paparkan diatas. Mungkin selain kasus ini banyak kasus kecelakaan fatal yang diakibatkan jas hujan batman,apakah itu tersangkut gear belakang ataupun tersangkut kendaraan lain, meskipun belum ada angka statistik resmi kasus kecelakaan yang diakibatkan oleh jas hujan batman. Coba anda cermati kolom2 berita di koran2 daerah di musim hujan, pasti ada kasus serupa.

Sedikit off topic, hal ini sama halnya dengan kegemaran orang2 mengenakan sandal saat berkendara. Praktis sih, dan nggak panas. Tapi saya telah mengalami kecelakaan dan kerugian karena kecelakaan tersebut(silakan baca postingan blog saya di awal). Waktu kecelakaan saya menggunakan sepatu kets, bukan sepatu safety seperti yang biasa saya pakai saat perjalanan jauh. Sepatu kets tersebut tertembus tuas persneling motor dan langsung menembus telapak kaki saya bagian atas sehingga meninggalkan luka yang dalam dan merobek sedikit pembuluh vena, saat itu pendarahan baru berhenti total setelah 2 minggu. Akibatnya ? 2 hari saya tidak bisa ngantor, 2 minggu saya berjalan menggunakan tongkat, selama 2 minggu pula saya diantar jemput istri dengan mobil (extra transport cost) dan selama 2 minggu itu pula saya tidak bisa mengendarai motor yang mana itu merupakan kegiatan yang saya gemari. Bisa anda bayangkan apabila pada saat kecelakaan saya mengenakan sandal ?

Ada teman dokter yang praktek di Instalasi Gawat Darurat sebuah rumah sakit. Dia bercerita, setiap kasus kecelakaan lalin R2, korban yang tidak mengenakan sepatu PASTI mengalami cedera parah di bagian kaki, mulai dari luka dalam, cacat permanen sampai amputasi bagian jari2 kaki. Telapak kaki adalah bagian yang paling punya resiko tinggi saat berkendara -setelah kepala tentunya- karena posisinya di bawah dan berdekatan dengan aspal maupun bagian sepeda motor lainnya, apalagi posisi kaki boncenger; sebelah kiri dekat dengan rantai dan gear, sebelah kanan dekat dengan knalpot.

So ? semuanya terpulang ke kita masing2 akan persepsi cedera termasuk dalam resiko kegiatan bersepeda motor.  Menurut anda ?

Lampu Flip-Flop

26 Feb

Udah pada tau kan yg dimaksud lampu flip-flop ? itu lho lampu sein motor yg yang nyalanya gantian kedap kedip kiri kanan…bukan lampu hazard lho ya…

Kemaren sore magrib2 pulang kantor dengan kondisi hujan….di suatu jalan aku disusul lumayan kenceng oleh anak muda naik Mio retro style dan si pengendara pake lampu flip flop itu. Saat itu aku berjalan santai (40 km/j) karena kondisi hujan dan aspal basah.

Mungkin niat dia baik supaya lebih visible/bisa diliat orang, dimana waktu magrib kan peralihan dari terang ke gelap sehingga mata dalam proses adaptasi sehingga daya pandang menurun, ditambah hujan.

Tapi…kendaraan yng menggunakan lampu flip flop justru akan membingungkan pengguna jalan lain. Kok bisa ? ya eyaa laaahhh…dia mau belok, mau pindah lajur nggak bisa kasih tanda ke pengendara lain karena lampu seinnya kedap kedip.. udah gitu cukup menyilaukan sehingga mengganggu pengguna jalan lain.

What the hell was he thinking ?? apa biar gagah? tampil beda? ppffttt…Pengin aku susul tu bocah utk dikasih tau tapi….gendeng…kenceng juga tu anak larinya..sampai suatu saat di Yield Intersecsion dia hampir ketabrak mobil..Ya..si pengendara mobil gagal utk mengantisipasi arah pendera motor tersebut karena tdk ada lampu sinyal utk belok…

Ya sudah..akirnya..tetep dengan jalan nyantai kebiarkan tu bocah..dengan harapan dia sampe tujuan dengan selamat.

Sering saya amati penggunaan lampu hazard dan flip flop yg salah kaprah. Pada saat hujan deras banyak mobil menggunakan lampu hazard, padahal ini kesalahan besar karena membuat pengguna jalan lain td bisa mengetahui ke arah mana mobil tersebut belok/pindah lajur..tau2 belok aja pfftt..

Konvoi motor saat turing pake lampu flip-flop..ini lebih empet lagi ngliatnya…maksudnya apa ? wong hak pemakai jalan kan sama. Ok lah mereka pake hand signal utk menunjukkan arah…tapi..apakah pengguna jalan lain paham akan hand signal ini ? sama halnya dengan penggunaan lampu hazard yg salah kaprah tadi, membuat pengguna jalan lain tdk bisa mengantisipasi perubahan arah pengendara motor tersebut…

Penggunaan lampu hazard hanya digunakan utk saat darurat dan pada saat KENDARAAN BERHENTI, seperti saat trouble mesin di pinggir jalan, berhenti di pinggir jalan yg ramai atau pas ada kecelakaan. Flip Flop ? harusnya tdk digunakan saat group riding, apalagi tujuannya utk meminta jalan. Salah!. Hak pemakai jalan de ngan pengendara dalam group riding itu sama, hanya ambulance, pemadam kebakaran, iring2ngan pejabat negara atau rombongan takziah menuju ke peristirahatan terakir yg diperkenankan mendapat prioritas…menurut peraturan siy gitu, CMIIW.

Fhyuuuhh….apa cuman saya yg berpikiran seperti ini ?…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.